Jenis – Jenis Transaksi Trading Forex Yang Harus Anda Ketahui Untuk Menjadi Trader Profesio

Forex adalah bisnis jual beli mata uang asing. Meskipun terlihat mudah karena hanya seputar jual dan beli, ternyata roda perputaran bisnis ini cukup kompleks. Jadi, jangan harap Anda bisa mendapatkan keuntungan dari bisnis ini jika tidak mau mempelajarinya lebih jauh. Adapun yang akan kita pelajari pada artikel kali ini adalah soal jenis – jenis transaksi Forex. 

Jenis – Jenis Transaksi Forex

Secara umum, ada dua jenis transaksi di Forex yaitu “Beli atau Buy atau Long” dan “Jual atau Sell, atau Short. 

Kedua transaksi tersebut didasarkan kepada kenyataan para trader menjalankan bisnis ini. Strategi paling ampuh yang mereka terapkan adalah membelinya ketika harga sedang turun semurah mungkin dan menjualnya ketika harga naik setinggi mungkin. 

Namun, untuk menerapkan strategi tersebut tidaklah mudah, karena pergerakan pasar forex susah untuk diprediksi dimana titik terendah dan titik tertinggi. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, sebenarnya Anda bisa menganalisanya melalui analisis fundamental dan analisis teknikal. Namun, hal tersebut-pun juga tidak menjamin hasilnya akurat. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, bisa Anda tangani secara cepat dengan mengetahui jenis – jenis transaksi yang ada di Forex yaitu Market Order, Pending Order, Stop Loss, Take Profit 

  1. Market Order 

Market Order adalah orderan yang dijamin transaksinya oleh broker yang dieksekusi berdasarkan harga jual atau harga beli. 

  1. Pending Order 

Pending Order adalah order yang bisa Anda tentukan sendiri pada harga tertentu yang diinginkan. Jadi yang mengeksekusi adalah trader itu sendiri. 

Di dalam transaksi Pending Order. Ada 4 jenis transaksi yang perlu Anda ketahui yaitu By Stop, Sell Stop, buy limit dan self limit. 

  1. Buy Stop 

 

Buy Stop artinya seorang trader harus melakukan pembelian ketika posisi harga > harga yang ditetapkan. Pada siklus ini, seorang trader akan terus membeli hingga pada titik tertentu sesuai yang mereka tentukan sendiri. 

  1.  Sell Stop

 

Sell Stop artinya trader harus menjual jika harga < dari harga ketetapan. Pada siklus ini, seorang trader akan terus menjual hingga pada posisi tertentu yang dapat ditoleransi trader itu sendiri. 

 

  1. Buy Limit

Buy Limit adalah istilah perintah untuk beli jika harga < harga yang ditetapkan. Pada siklus ini, maka seorang trader haruslah membeli jika harga sebelumnya naik dan berbalik arah menjadi di bawah harga tertentu, sebelum pada akhirnya naik lagi. 

 

Kondisi seperti ini juga disebut sebagai Buy on Weaknes. Seorang trader akan memilih pending order demi mendapatkan harga terbaik saat turun. 

 

  1. Sell Limit 

Sell limit adalah sebuah posisi untuk sell apabila harga > dari harga ketetapan tertentu sebelum akhirnya turun lagi. 

 

Sell on Strength adalah nama lain dari Sell Limit. Saat menghadapi situasi seperti ini, para trader biasanya memilih untuk pending order untuk mendapatkan harga terbaik karena beranggapan pasar akan berbalik arah setelah naik pada level tertentu.  

 

  1. Stop Loss 

Selanjutnya, ada yang namanya Stop Loss. Ini adalah jenis transaksi dimana trader membatasi kerugian yang telah ia terima dengan cara menjual mata uangnya jika harganya turun. 

  1. Take Profit 

Take Profit adalah transaksi untuk merealisasikan keuntungan dengan cara menjual mata uang yang harganya turun hingga batas waktu tertentu. 

Itulah sedikit penjelasan yang bisa kami sampaikan mengenai jenis – jenis transaksi yang ada di Forex. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam perjalanan bisnis forex Anda. 

Selain itu, jika Anda ingin trading Anda berjalan secara lebih maksimal, Anda bisa menggunakan robot trading sebagai bantuannya. Robot tersebut adalah Autotrade Gold. Robot ini mampu menjalankan trading Anda secara otomatis. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *